“KIDUNG
Rumeksa Ing Wengi“. Saya terjemahkan bebas menjadi Kidung
Penjaga di Keheningan Malam. Ia merupakan tembang, gita, lagu atau
nyanyian yang sangat popoler di pedesaan-pedesaan Jawa. Konon diciptakan oleh
Sunan Kalijaga. Salah satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Pulau
Jawa.
Tatkala SD di
Klaten Jawa Tengah awal-awal 1980-an, saya acap mendengar “ura-ura”
(senandung) lirih dan penuh penghayatan ini dari bibir tipis Pakde Minto
pada keheningan malam yang tengah “leyeh-leyeh” (berbaring rileks) di
bale bambu yang sudah agak reyot. Di lain waktu, kidung ini disenandungkannya
sembari membuai mesra putra bungsunya yang susah tidur dan senantiasa menangis
–sebagai pengantar ke peraduan.
Apabila
mendengar kidung dilantunkan, aliran darah serasa terkesiap. Dan memang, pada
kenyataannya kidung ini bukan sembarang kidung. Orang Jawa meyakini,
dengan menyanyikannya, maka pelantun dan keluarganya akan terhindar dari
malapetaka.

