Laman

Jumat, 18 November 2011

KHITAN KLASIK ATAU SIRKUMSISI TEKNIK STANDAR, KOVENSIONAL

Sirkumsisi taknik standar, konvensional.

 
Khitan metode ini merupakan khitan standar yang paling kuno namun masih banyak dipakai sampai saat ini, baik oleh tenaga medis maupun non medis (paraji sunat ,calak (Jawa), dll). Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong.

Keuntungan.
-          Peralatan lebih murah dan sederhana, sudah banyak dikenal masyarakat.
-          Biaya relative lebih murah.

Kerugian atau resiko :
-          Resiko glan terpotong / tersayat sangat tinggi, terutama jika sayatan dibawah koher.
-          Proses memakan waktu cukup lama, kurang cocok untuk acara khitan masal yang lagi marak terahir ini.
-          Mukosa kadang lebih panjang sehingga membutuhkan pemotongan ulang.
-          Bisa terjadi nekrosis jika jepitan koher terlalu lama .
-          Resiko pendarahan operasi relative sangat tinggi,demikian halnya paska operasi.

Teknik khitan standar ( konvensional )
  1. Tandai batas insisi
  2. Pasang klem pada jam 12 dan 6 ditarik ke distal sampai teregang.
  3. Urutlah glans  seproksimal mungkin dan fiksasi glans dengan tangan kiri.
  4. Jepit koher pada batas yang telah kita tandai dengan arah melintang miring (sekitar 40 derajat) antara jam 12 dan 6 ( jam 6 lebih distal)
  5. Yaskinkan bahwa glans tidak terjepit.
  6. Gunting / sayat dengan bisturi dibagian atas atau bawah koher.
  7. Lepaskan koher dan munculkan kembali glans.
  8. Rapikan sayatan terutama jika mukosa masih panjang.
Catatan :
Jika insisi dibawah koher, arah sisi tajam bisturi selalu menjauh dari glans penis.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar