Laman

Senin, 17 Februari 2014

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA JANGKRIK

Berikut adalah pedoman teknis dalam Ternak atau Budidaya Jangkrik:  

1.   Sarana dan Peralatan kandang jangkrik
  •  Ukuran Kandang

Kandang Jangkrik terbuat dari kayu tripleks berukuran 200cm x 60cm x 30cm bisa menampung sampai 50kg jangkrik tlondo. Pada bagian dalam   Dan kotak ini bisa digunakan 4-8 kali (tergantung kondisi media). Atap kandang diberi penutup berupa kasa/waring dan plastik. Pada bagian dalam atas kandang diberi lakban untuk mencegah jangkrik keluar dari kandang.
 
  •  Bahan yang dibutuhkan:
    • lakban licin coklat 1 buah
    • lem kayu 1 buah
    • semen putih 2 kg
    • tre (wadah telur bekas) secukupnya
    • tripleks/kardus ukuran 20x30 cm untuk wadah pakan voor
           Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau
  • Pendukung Kandang 
Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa Tre wadah telur bekas sebagai media hidup Jangkrik.
Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau


2. Pembibitan
  • Pemilihan Bibit dan Calon Induk
        Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon Induk Jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
        Adapun ciri-ciri indukan, Induk Betina, dan Induk Jantan yang adalah sebagai berikut:
            Indukan:
                sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
                kedua kaki belakangnya masih lengkap.
                bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
                badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
                pilihlah induk yang besar.
                dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
            Induk jantan:
                selalu mengeluarkan suara mengerik.
                permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
                tidak mempunyai ovipositor di ekor.
                Induk betina:
                tidak mengerik.
                permukaan punggung atau sayap halus.
                ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau
  • Perawatan Bibit dan Calon Induk
        Perawatan Jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

 3. Sistem Pemuliabiakan
        Sampai saat ini Pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.
  •         Reproduksi dan Perkawinan

        Induk dapat memproduksi "
Telur Jangkrik" yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.

        Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.

        Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).
  •   Proses kelahiran
        Sebelum "Penetasan Telur Jangkrik" sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

4. Pemeliharaan
  • Sanitasi dan Tindakan Preventif

        Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan
Peternakan Jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.
  • Pengontrolan Penyakit

        Untuk pembesaran jangkrik, dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau
  • Perawatan Ternak 

       
Cara Merawat Jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).
  • Pemberian Pakan
Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau
        Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi Pakan Jangkrik antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.
  • Pemeliharaan Kandang
        Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.

Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau

5. HAMA DAN PENYAKIT
  •     Penyakit, Hama dan Penyebabnya
    Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
  •     Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit

    Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
  •     Pemberian Vaksinasi dan Obat

    Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

6. PANEN

  •  Hasil Utama

    Peternak Jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
  • Penangkapan

    Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.

Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau


7. PASCAPANEN …

Cara Budidaya Ternak Jangkrik Untuk Pakan Burung Kicau
setelah panen kandang dapat digunakan kembali dengan cara dicuci dengan sabun lalu dijemur sampai kering. setelah kering ada baiknya pada sisi dalam diberi lapisan ulang dengan semen yang dicampur dengan lem kayu, kemudian pada bagian atasnya diperbaiki lakbanya jika ada yang mengelupas atau sobek.
tambahan lagi untuk pemeliharaan pasca telur menetas sebaiknya gunakan tre yang baru, lalu jika sudah berumur -+20 hari tre yang lama yang masih bisa utuh bisa dipakai kembali

8. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
    Perkiraan analisis budidaya telur jangkrik sebanyak 10 kotak untuk 1 periode pada tahun 2013 adalah sebagai berikut:
  1. Biaya Produksi
             Biaya Tidak Tetap
               Telur Jangkrik
(jika beli)
                    Telur Jangkrik 5kg  untuk 10 kotak @ Rp.300.000,- -------Rp . 1.500.000,-
                Makanan dan Vitamin
                    Sayuran,bisa pakai batang pepaya,batang pisang,pepaya,dll ---Rp. 250.000,-
                    Konsentrat 500 kg/10 karung @ Rp.300.000,- -------------Rp. 3.000.000,-
                    Vitamin 10 btl @ Rp. 5.000,- ----------------------------------Rp. 50.000,-
                    Tenaga Kerja 30 hari @ Rp. 20.000,- ------------------------Rp. 600.000,- +
                                                                                                                 Rp 5.400.000,-
               Biaya Tetap
                Bunga modal Investasi 20 %/ th ------------------Rp. 1.800.000,
                Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th -----------------Rp. 1.800.000,
                Penyusutan alat/tre -------------------------------Rp.      50.000,
                Pemeliharaan kotak + alat 5 %/ th ----------------Rp.    270.000,
                Sewa Lokasi /th-----------------------------------Rp.1.000.000,-
                Listrik --------------------------------------------Rp.      50.000,-
                Jumlah biaya produksi ----------------------------Rp. 10.370.000,
        Pendapatan 10 kotak @ 50kg x Rp.35.000,= Rp 1.750.000,-
        --------------------------------------------------------Rp. 17.500.000,-
        Keuntungan ------------------------------------------Rp.   7.130.000,
       Keterangan bahwa biaya diatas sebagian dihitung pertahun jadi untuk budidaya berikutnya keuntungan bertambah kira-kira sejumlah :
Bunga modal Investasi 20 %/ th ------------------Rp. 1.800.000,
Bunga biaya tidak tetap 20 %/ th -----------------Rp. 1.800.000,
Sewa Lokasi /th-----------------------------------Rp.1.000.000,-
        Parameter kelayakan usaha : B/C ratio = 1,8


http://budidayamaju.blogspot.com/2013/05/cara-ternak-dan-budidaya-jangkrik-untuk.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar