Laman

Selasa, 31 Juli 2012

BUDIDAYA KEPITING KERAMBA

PEMBESARAN DAN PENGGEMUKAN KEPETING 
Budidaya kepiting bakau merupakan salah satu prospek bisnis yang sangant menjanjikan, disamping biaya perawatan dan resiko yang sangat kecil. Kepititng bakau juga merupakan makan ekspor yang sangat diminati oleh konsumen penggemar kepitimg, selain itu juga kepting bakau memiliki nilai gizi yang tinggi. Pemasaranya pun tidak sulit karena kebutuhannya cukup tinggi untuk restoran sea food.
Selain itu, mengacu pada kampung halaman penulis yang berada di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten tanggamus. Daerah yang merupakan pesisir pantai yang memiliki sungai air payau yang luas dan belum digunakan untuk kepentingan usaha. Banyaknya lahan-lahan yang kosong penulis berinisatif untuk merintis usaha tambak kepiting di derah ini, Alih-alih untuk memajukan masyarakat Kelumbayan.
Harapan penulis, semoga pembudidayaan kepiting bakau ini nantinya bisa diterapkan dan dilakukan secara langsung di kecamatan Kelumbayan, Tanggamus.Amiin.

A. Pendahuluan
Kepiting merupakan salah satu komoditas perikanan pantai yang mempunyai nilai ekonomis penting. Sebagai komoditas ekspor, kepiting memiliki harga jual cukup tinggi baik dipasaran dalam maupun luar negeri, namun tergantung pada kualitas kepiting (ukuran tingkat kegemukan). Penggemukan kepiting dapat dilakukan terhadap kepiting bakau jantan dan betina dewasa tetapi dalam keadaan kosong/kurus. Untuk dapat menghasilkan kepiting yang gemuk diperlukan waktu yang cukup pendek yaitu 10 – 20 hari. Harga jual kepiting gemuk menjadi lebih tinggi dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemilik usaha tambak penggemukan kepiting bakau.

B. TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN
Faktor teknik yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan budidaya pembesaran
kepiting, antara lain :
a. Pemilihan Lokasi Budidaya
  Pemilihan lokasi budidaya harus tepat secara teknis operasional dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut :
 1). Mutu air cukup baik
  a. Salinitas 15 - 30 ppt
  b. pHair 7 – 8
  c. Suhu 25 - 30 C
  d. KandunganO >3 ppm
 2). Mudah diawasi
 3). Substrat dasar tambak adalah lumpur berpasir
 4). Untuk sistem karamba harus terhindar dari pengaruh banjir dan mudah terjangkau oleh pasang surut.
b. Tempat Pemeliharaan
Tempat pemeliharaan kepiting bisa berupa kurungan bambu, waring, maupun bak beton. Untuk tempat pemeliharaan kepiting yang berasal dari kurungan bambu (karamba) disarankan berukuran 1,5x1x1meter atau 2x1x1meter, hal ini bertujuan memperrmudah pengelolaannya terutama pada waktu mengangkat karamba diwaktu panen. 
c. Pemilihan Benih
Kesehatan benih merupakan satu diantara factor yang menunjang keberhasilan dalam usaha penggemukan kepiting. Oleh sebab itu pemilihan dan pengelolaan benih harus benar dan tepat. Kesehatan benih juga bisa dilihat dari kelengkapan kaki-kakinya. Hilangnya capit akan berpengaruh pada kemampuan untuk memegang makanan yang dimakan serta kemampuan sensorisnya. Walaupun pada akhirnya setelah ganti kulit maka kaki yang baru akan tumbuh tetapi hal ini memerlukan waktu, belum lagi adanya sifat kanibalisme kepiting, sehingga kepiting yang tidak bisa jalan karena sedang ganti kulit sering menjadi mangsa kepiting lainnya. Untuk itu maka harus dipilih benih yang mempunyai kaki masih lengkap. Benih kepiting yang kurang sehat warna karapas akan kemerah-merahan dan pudar serta pergerakannya lamban.

C. PENEBARAN
Penebaran kepiting dilakukan pada pagi atau sore hari pada karamba. Benih kepiting yang ditebar berukuran berat 200 - 300 gram per ekor. Untuk ukuran karamba 1,5 - 2x1x1meter
kepadatan tebar nya kurang lebih 15 - 25 kg atau sebanyak 60 - 70 ekor.

D. PEMELIHARAAN
Penempatan karamba dalam petak tambak disarankan diletakkan didekat pintu masuk/keluar air.Posisi karamba sebaiknya menggantung berjarak 15 cm dari dasar perairan yang tujuannya agar sisa pakan yang tidak termakan jatuh ke dasar perairan tidak mengendap di dalam karamba. Diusahakan seminggu 2 kali karamba dipindah dari posisi semula hal ini bertujuan agar terjadi sirkulasi/pergantian air. Kegiatan dalam pemeliharaan setelah penebaran dilakukan :
a. Pemberian pakan rucah lebih diutamakan dalam bentuk segar sebanyak 5 -10% dari berat badan dan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore/malam hari.
b. Penggantian air dilakukan bila terjadi penurunan kualitas air.
c. Sampling dilakukan setiap 5 hari untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan dan kesehatan kepiting.
Dengan pengelolaan pakan yang cermat, cocok dan tepat jumlah maka dalam tempo 10 hari pertumbuhan kepiting bisa diketahui.

E. PEMANENAN
Pemeliharaan/penggemukan kepiting di karamba dapat dilakukan selama 15 hari, tergantung pada ukuran benih dan laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan oleh jenis pakan yang diberikan dan kualitas air tambak. Untuk memanen kepiting digunakan alat berupa seser baik untuk tujuan pemanenan total maupun selektif. Pelaksanaan panen harus dilakukan oleh tenaga terampil untuk
menangkap dan kemudian mengikatnya. Selain itu tempat dan waktu penyimpanan sebelum didistribusikan kepada konsumen menentukan kesegaran dan laju dehidrasi karena kehilangan berat sekitar 3 - 4%dapat menyebabkan kematian.

F. ANALISA USAHA
Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan dalam usaha penggemukan kepiting :
a. Lama pemeliharaan 15 hari.
b. Harga jual kepiting jantan Rp. 27.000,- dan kepiting betina Rp. 50.000,-
c. Benih yang dibutuhkan 20 kg atau 60 ekor/karamba
d. SR 75% atau 88 ekor, jantan 44 ekor atau 22 kg dan betina 44 ekor atau 22 kg dengan ukuran1-2 ekor/kg.

ANALISA LABA-RUGI
(Untuk 2 buah keramba)
A. Biaya Investasi
 -PembuatanKaramba 2bh@Rp.250.000 Rp. 550.000
 -PembelianPeralatan
  Sub totalA Rp. 550.000
B. Biaya Operasional
 - Benih 40 kg@Rp. 19.000 Rp. 760.000
 -Pakan 150 kg@Rp. 1.000 Rp. 150.000
 -TenagaKerja Rp.150.000
  Sub totalB Rp.1.060.000
C. Penyusutan Modal 10% xA Rp. 55.000
D. Total Biaya (B+C) Rp.1.115.000
E. HasilPenerimaan
 -Kepiting jantan 44 kg@Rp. 27.000 Rp. 594.000
 -Kepiting betina44 kg@ Rp. 50.000 Rp.1.100.000
  Sub total E Rp.1.694.000
F. Laba Operasional (E-D) Rp. 579.000
G. Laba dalam 1 tahun (Fx12bln) Rp.6.948.000

ANALISA BIAYA
1. CashFlow{G+A} Rp.7.498.000
2. Rentabilitas {F:(A+B)*100%)} 46%
3. B/C Rati0 {E :D} 1,5
4. Pay BackPeriod {(A+B):(G+A)x1tahun} 3 bulan
5. Break EvenPoint{(C:(1-(B:E)} Rp. 146.956

Jika memiliki 10 keramba maka total pendapatan selama 1 tahun :
5 x Rp.6.948.000 = Rp.34.740.000/tahun.



DARI BERBAGI SUMBER

2 komentar:

  1. Wah banyak juga yauntungnya, sayang belum ada modal.

    BalasHapus
  2. Tapi harus hati2 kondisi airn dan pakannya pak kalau airnya banyak limbah kemungkinan banyak kepiting yang mati dan jika memberikan umpannya sedikit atau tidak tepat waktunya maka sesama kepiting akan saling memangsa.

    BalasHapus